Dalam jurnal ini, para peneliti mengeksplorasi konsep local realism dan bagaimana kita dapat mengungkap kegagalan local realism dengan menggunakan pengukuran yang sangat kasar (atau “coarse-grained”). Mari kita bahas beberapa poin penting:
- Local Realism:
- Local realism menggabungkan dua asumsi yang wajar: lokalitas dan realisme fisik.
- Lokalitas menyatakan bahwa objek yang berjauhan tidak dapat memiliki pengaruh langsung yang instan satu sama lain.
- Realisme fisik menyatakan bahwa hasil pengukuran ditentukan oleh kuantitas fisik yang sudah ada sebelumnya dalam sistem.
- Pengukuran Kasar (Coarse-Grained Measurements):
- Para peneliti mengeksplorasi apakah kita masih dapat melihat dunia kuantum di mana local realism gagal, bahkan ketika pengukuran sangat tidak akurat.
- Sebelumnya, ada pandangan bahwa fisika klasik muncul karena sifat “kasar” (atau kabur) dari pengukuran.
- Namun, dalam penelitian ini, mereka menunjukkan bahwa pengukuran yang sangat kasar masih dapat membantu mengungkap dunia kuantum di mana local realism gagal.
- Hasil Penelitian:
- Para peneliti menemukan bahwa local realism dapat terbongkar kepada pengamat yang hanya memiliki pengukuran sangat kasar.
- Mereka berhasil melanggar ketidaksetaraan Bell (Bell’s inequality) hingga batas maksimum, yang dikenal sebagai Cirelson’s bound, bahkan ketika pengukuran lokal dan keadaan lokal awal mendekati batas klasik.
- Artinya, local realism gagal, dan ini menunjukkan bahwa setidaknya salah satu dari lokalitas atau realisme harus ditinggalkan.